“Ade…sudah 2 bulan masuk karantina LPK belajar Bahasa Jepang, bosankah?” Tanya ayah kepada si bungsu.
“Tak sempat bosan yah…kegiatannya padat. Mulai pagi, 1 jam sebelum adzan Subuh, sudah harus bangun merapikan kasur ditata menempel pada dinding karena tak ada ranjang tidur hanya beralaskan kasur di lantai dengan jarak ½ meter antar teman sebelah sesama siswa LPK.” Lanjutnya, “Setelah Shalat Subuh wajib baca Alquran selama 30 menit kemudian olahraga senam bersama dan lari 10 putaran lapangan sepakbola sekitar area tersebut.” Ayah meneruskan, “Mirip saat kamu mondok yaa…yang bedakan tak ada olahraga bersamanya.”
“Ada 1 lagi yang membedakan yah…kami tidak boleh sakit?” Ayah kaget, “Kok bisa?”
“Kalau sakit, setelah pulih dihukum 100X push up. Karena sakit dianggap lalai menjaga kesehatan.”
