“Antum anak ke berapa dari berapa bersaudara?” Tanya Musyrif kepada santri adhonya. “Anak kedua dari tiga bersaudara, ustadz…yang pertama di IM kelas 12, adik ana kelas 5..”
Musyrif melanjutkan, “Berarti tahun depan adikmu daftar seleksi PSB di sini yaa..” santrinya langsung potong, “Tidak ustadz, ana suruh daftar lain saja..”
Musyrif kaget, “Loh, kenapa?..” Jawabnya: “Jenuh ustadz…ana mengalami jenuh di kelas 8, abang ana di kelas 11 juga merasa bosan lalu rambu-rambu pelanggaran kami terjang!”
Musyrif tertegun sejenak…”Itu tanda fitrah kalian terganggu, hakikatnya manusia senantiasa terjaga fitrahnya dalam kebaikan. Coba antum luruskan visi misi menjadikan pondok rumah tarbiyah..” Musyrif melanjutkan, “Antum giatkan kembali amalan sunnah yang utama saja dulu seperti shalat Fajar sebelum Subuh dan dzikir pagi petang, rutinkan sepekan lalu pertahankan hingga mampu menambah mengerjakan amalan sunnah lainnya. In syaa Allah kejenuhan pudar, you are not alone…ada Allah yang Maha Pencipta mengawasi”
