Dalam kajian 2 pekanan untuk musyrifin, Ust. Aryo Damar Alhafizh menyampaikan analogi yang menarik tentang hidup dalam suatu kerajaan yang besar.

Bayangkan kita hidup dalam kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja yang bijaksana, yang memiliki pengawal banyak untuk memberikan makan kepada rakyatnya. Rakyat harus membawa piring untuk mengambil hidangan tersebut, dan syaratnya adalah piring harus bersih. Jika piring kotor, maka makanan yang diambil tidak akan nikmat.

Dalam analogi ini, kerajaannya adalah Islam, raja itu Sang Khalik adalah Allah, pengawalnya adalah malaikat dan para rasul, hidangan itu adalah ketaatan, dan piring adalah hati manusia yang bisa bersih atau kotor.

Untuk membersihkan piring (hati), kita harus membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan melakukan amalan-amalan baik lainnya. Dengan demikian, kita dapat menerima hidangan nikmat ketaatan dengan lebih baik dan menikmati kelezatannya (hidayah).

Ketaatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *